aewoe Page's | http://archive.paketwisatamurah.web.id/halku-aewoe.html

http://archive.paketwisatamurah.web.id/halku-aewoe.html 2017-11-19 14:36:18 http://archive.paketwisatamurah.web.id/halku-aewoe.html 2017-11-19 14:36:18 http://archive.paketwisatamurah.web.id/halku-aewoe.html 2017-11-19 14:36:18 http://archive.paketwisatamurah.web.id/halku-aewoe.html 2017-11-19 14:36:18 http://archive.paketwisatamurah.web.id/halku-aewoe.html 2017-11-19 14:36:18 http://archive.paketwisatamurah.web.id/halku-aewoe.html 2017-11-19 14:36:18 http://archive.paketwisatamurah.web.id/halku-aewoe.html 2017-11-19 14:36:18

Kota Banjarmasin Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas "Banjarmasin" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lainnya, lihat Banjarmasin (disambiguasi). Kota Banjarmasin كوتا بنجرماسين Kalimantan 1rightarrow blue.svg Kalimantan Selatan Lambang Kota Banjarmasinكوتا بنجرماسين Lambang Semboyan: Kayuh Baimbai Banjar: Mendayung Bersama-sama Lokasi Kota Banjarmasinكوتا بنجرماسين di Pulau Kalimantan Lokasi Kota Banjarmasin كوتا بنجرماسين di Pulau Kalimantan Kota Banjarmasinكوتا بنجرماسين berlokasi di Indonesia Kota Banjarmasinكوتا بنجرماسينKota Banjarmasin كوتا بنجرماسينLokasi Kota Banjarmasin كوتا بنجرماسين di Pulau Kalimantan Koordinat: 3°18′51,78″LU 114°35′33,05″BT Negara Indonesia Hari jadi 24 September 1526 Pemerintahan • Wali kota Ibnu Sina, S.Pi, M.Si Populasi (2015) • Total 827.865[1] jiwa • Kepadatan 8.687/km2 (22,500/sq mi) Demografi • Suku bangsa Banjar (79,26%) Jawa (10,27%) Madura (3,17%) Tionghoa (1,56%) Dayak (0,92%) Bugis (0,60%) Sunda (0,47%) Batak (0,38%) Lain-lain (3,37%) [2] • Agama Islam 94.97% Kristen Protestan 2.45% Katolik 1.46 Buddha 0.72% Hindu 0.36% Khonghucu 0.02%[3] • Bahasa Banjar, Indonesia Zona waktu WITA Kode telepon +62 511 Kecamatan 5 Desa/kelurahan 52 Flora resmi Kasturi (Mangifera Casturi) Fauna resmi Bekantan (Nasalis Larvatus) Situs web http://banjarmasinkota.go.id Kota Banjarmasin adalah ibu kota provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Banjarmasin yang dijuluki Kota Seribu Sungai ini memiliki wilayah seluas 98,46 km² yang wilayahnya merupakan delta atau kepulauan yang terdiri dari sekitar 25 buah pulau kecil (delta) yang dipisahkan oleh sungai-sungai di antaranya pulau Tatas, pulau Kelayan, pulau Rantauan Keliling, pulau Insan dan lain-lain.[4] Berdasarkan data BPS Kota Banjarmasin tahun 2016, Banjarmasin memiliki penduduk sebanyak 675.440 jiwa dengan kepadatan 9.381 jiwa per km².[5] Wilayah metropolitan Banjarmasin yaitu Banjar Bakula memiliki penduduk sekitar 1,9 juta jiwa. Sejarah Museum Waja Sampai Ka Puting Rumah Banjar Bubungan Tinggi, simbol Kota Banjarmasin. Perahu Tambangan Perahu Tambangan, simbol Kota Banjarmasin Banjar Masih sebelum tahun 1526 adalah nama kampung yang terletak di bagian utara muara sungai Kuin, yaitu kawasan Kelurahan Kuin Utara dan Alalak Selatan saat ini. Kampung Banjar Masih terbentuk oleh lima aliran sungai kecil, yaitu sungai Sipandai, sungai Sigaling, sungai Keramat, sungai Jagabaya dan sungai Pangeran yang semuanya bertemu membentuk sebuah danau. Kata banjar berasal dari bahasa Melayu yang berarti kampung atau juga berarti berderet-deret sebagai letak perumahan kampung berderet sepanjang tepian sungai. Pada abad ke-16 muncul Kerajaan Banjar Masih dengan raja pertama Raden Samudera, seorang pelarian yang terancam keselamatannya oleh pamannya Pangeran Tumenggung yang menjadi raja Kerajaan Negara Daha sebuah kerajaan Hindu di pedalaman (Hulu Sungai). Kebencian Pangeran Tumenggung terjadi ketika Maharaja Sukarama masih hidup berwasiat agar cucunya Raden Samudera yang kelak menggantikannya sebagai raja. Raden Samudera sendiri adalah putra dari pasangan Puteri Galuh Intan Sari (anak perempuan Maharaja Sukarama) dan Raden Bangawan (keponakan Maharaja Sukarama). Atas bantuan Arya Taranggana, mangkubumi negara Daha, Raden Samudera melarikan diri ke arah hilir sungai Barito yang kala itu terdapat beberapa kampung di antaranya kampung Banjar (disebut juga Banjar Masih). Sekitar tahun 1520, Patih Masih (kepala Kampung Banjar) dan para patih (kepala kampung) sekitarnya sepakat menjemput Raden Samudera yang bersembunyi di kampung Belandean dan setelah berhasil merebut Bandar Muara Bahan di daerah Bakumpai, yaitu bandar perdagangan negara Daha dan memindahkan pusat perdagangan ke pelabuhan Bandar (dekat muara sungai Kelayan) beserta para penduduk dan pedagang, kemudian menobatkan Raden Samudera menjadi raja dengan gelar Pangeran Samudera. Hal ini menyebabkan peperangan dan terjadi penarikan garis demarkasi dan blokade ekonomi dari pantai terhadap pedalaman. Pangeran Samudera mencari bantuan militer ke berbagai wilayah pesisir Kalimantan, yaitu Kintap, Satui, Swarangan, Asam Asam, Laut Pulo, Pamukan, Pasir, Kutai, Berau, Karasikan, Biaju, Sebangau, Mendawai, Sampit, Pembuang, Kota Waringin, Sukadana, Lawai dan Sambas. Hal ini untuk menghadapi Kerajaan Negara Daha yang secara militer lebih kuat dan penduduknya kala itu lebih padat. Bantuan yang lebih penting adalah bantuan militer dari Kesultanan Demak yang hanya diberikan kalau raja dan penduduk memeluk Islam. Kesultanan Demak dan majelis ulama Walisanga kala itu sedang mempersiapkan aliansi strategis untuk menghadapi kekuatan kolonial Portugis yang memasuki kepulauan Nusantara dan sudah menguasai Kesultanan Malaka. Sultan Trenggono mengirim seribu pasukan dan seorang penghulu Islam, yaitu Khatib Dayan yang akan mengislamkan raja Banjar Masih dan rakyatnya. Pasukan Pangeran Samudera berhasil menembus pertahanan musuh. Mangkubumi Arya Taranggana menyarankan rajanya daripada rakyat kedua belah pihak banyak yang menjadi korban, lebih baik kemenangan dipercepat dengan perang tanding antara kedua raja. Tetapi pada akhirnya Pangeran Tumenggung akhirnya bersedia menyerahkan kekuasaan kepada Pangeran Samudera. Dengan kemenangan Pangeran Samudera dan diangkutnya rakyat negara Daha (orang Hulu Sungai) dan penduduk Bandar Muara Bahan (orang Bakumpai) maka muncullah kota baru, yaitu Banjar Masih yang sebelumnya hanya sebuah desa yang berpenduduk sedikit. Pada 24 September 1526 bertepatan tanggal 6 Zulhijjah 932 H, Pangeran Samudera memeluk Islam dan bergelar Sultan Suriansyah (1526-1550). Rumah Patih Masih dijadikan keraton, juga dibangun paseban, pagungan, sitilohor (sitihinggil), benteng, pasar dan masjid (Masjid Sultan Suriansyah). Muara sungai Kuin ditutupi cerucuk (trucuk) dari pohon ilayung untuk melindungi keraton dari serangan musuh. Di dekat muara sungai Kuin terdapat rumah syahbandar, yaitu Goja Babouw Ratna Diraja seorang Gujarat.[6] Kerajaan Banjar Masih berkembang pesat, Sultan Suriansyah digantikan anaknya Sultan Rahmatullah 1550-1570, selanjutnya Sultan Hidayatullah 1570-1620 dan Sultan Musta'in Billah 1520-1620. Untuk memperkuat pertahanan terhadap musuh, Sultan Mustainbillah mengundang Sorang, yaitu panglima perang suku Dayak Ngaju beserta sepuluh orang lainnya untuk tinggal di keraton. Seorang masuk Islam dan menikah dengan adik sultan, kemungkinan dia adik dari isteri Sultan, yaitu Nyai Siti Diang Lawai yang berasal dari kalangan suku Biaju (Dayak Ngaju). Tahun 1596, Belanda merampas 2 jung lada dari Banjarmasin yang berdagang di Kesultanan Banten. Hal ini dibalas ketika ekspedisi Belanda yang dipimpin Koopman Gillis Michaelszoon tiba di Banjarmasin tanggal 7 Juli 1607. Pada tahun 1612, armada Belanda tiba di Banjar Masih (Banjar Lama) untuk membalas atas ekspedisi tahun 1607. Armada ini menyerang Banjar Masih dari arah pulau Kembang dan menembaki keraton di sungai Kuin pusat pemerintahan Kesultanan Banjar sehingga kota Banjar (kini Banjar Lama) atau kampung Keraton dan sekitarnya hancur, sehingga ibukota kerajaan dipindahkan dari Banjar Masih ke Martapura. Walaupun ibukota kerajaan telah dipindahkan tetapi aktivitas perdagangan di pelabuhan Banjarmasin (kota Tatas) tetap ramai. Menurut berita dinasti Ming tahun 1618 menyebutkan bahwa terdapat rumah-rumah di atas air yang dikenal sebagai rumah Lanting (rumah rakit) hampir sama dengan apa yang dikatakan Valentijn. Di Banjarmasin (kota Tatas) banyak sekali rumah dan sebagian besar mempunyai dinding terbuat dari bambu (bahasa Banjar: pelupuh) dan sebagian dari kayu. Rumah-rumah itu besar sekali, dapat memuat 100 orang, yang terbagi atas kamar-kamar. Rumah besar ini dihuni oleh satu keluarga dan berdiri di atas tiang yang tinggi. Menurut Willy, kota Tatas (kini Banjarmasin Tengah di sungai Martapura) terdiri dari 300 buah rumah. Bentuk rumah hampir bersamaan dan antara rumah satu dengan lainnya yang dihubungkan dengan titian. Alat angkutan utama pada masa itu adalah jukung atau perahu. Selain rumah-rumah panjang di pinggir sungai terdapat lagi rumah-rumah rakit yang diikat dengan tali rotan pada pohon besar di sepanjang tepi sungai. Kota Tatas (kini Banjarmasin) merupakan sebuah wilayah yang dikelilingi sungai Barito, sungai Kuin dan Sungai Martapura seolah-olah membentuk sebuah pulau sehingga dinamakan pulau Tatas. Di utara Pulau Tatas adalah Banjar Lama (Kuin) bekas ibukota pertama Kesultanan Banjar, wilayah ini tetap menjadi wilayah Kesultanan Banjar hingga digabung ke dalam Hindia Belanda tahun 1860. Sedangkan pulau Tatas dengan Benteng Tatas (Fort Tatas) menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda yang sekarang menjadi pusat kota Banjarmasin saat ini. Nama Banjarmasih, oleh Belanda lama kelamaan diubah menjadi Banjarmasin, namun nama Banjarmasin biasanya mengaju kepada kota Tatas di sungai Martapura, sedangkan nama Banjar Masih mengacu kepada Banjar Lama di sungai Kuin. Kota Banjarmasin modern merupakan aglomerasi pulau Tatas (kota Tatas), Kuin (Banjar Lama) dan daerah sekitarnya. Kesultanan Banjar dihapuskan Belanda pada tanggal 11 Juni 1860, merupakan wilayah terakhir di Kalimantan yang masuk ke dalam Hindia Belanda, tetapi perlawanan rakyat di pedalaman Barito baru berakhir dengan gugurnya Sultan Muhammad Seman pada 24 Januari 1905. Kedudukan golongan bangsawan Banjar sesudah tahun 1864, sebagian besar hijrah ke wilayah Barito mengikuti Pangeran Antasari, sebagian lari ke rimba-rimba, antara lain hutan Pulau Kadap Cinta Puri, sebagian kecil dengan anak dan isteri dibuang ke Betawi, Bogor, Cianjur dan Surabaya, sebagian mati atau dihukum gantung. Sementara sebagian kecil menetap dan bekerja dengan Belanda mendapat ganti rugi tanah, tetapi jumlah ini amat sedikit.[7] Geografis Kantor wali kota (balai kota) Banjarmasin. Pusat Kota Banjarmasin (Resident de Haanweg) Letak Kota Banjarmasin terletak pada 3°15' sampai 3°22' Lintang Selatan dan 114°32' Bujur Timur, ketinggian tanah asli berada pada 0,16 m di bawah permukaan laut dan hampir seluruh wilayah digenangi air pada saat pasang. Kota Banjarmasin berlokasi daerah kuala sungai Martapura yang bermuara pada sisi timur Sungai Barito. Letak Kota Banjarmasin nyaris di tengah-tengah Indonesia. Kota ini terletak di tepian timur sungai Barito dan dibelah oleh Sungai Martapura yang berhulu di Pegunungan Meratus. Kota Banjarmasin dipengaruhi oleh pasang surut air laut Jawa, sehingga berpengaruh kepada drainase kota dan memberikan ciri khas tersendiri terhadap kehidupan masyarakat, terutama pemanfaatan sungai sebagai salah satu prasarana transportasi air, pariwisata, perikanan dan perdagangan. Menurut data statistik 2001 dari seluruh luas wilayah Kota Banjarmasin yang kurang lebih 98,46 km² ini dapat dipersentasikan bahwa peruntukan tanah saat sekarang adalah lahan tanah pertanian 3.111,9 ha, perindustrian 278,6 ha, jasa 443,4 ha, permukiman adalah 3.029,3 ha dan lahan perusahaan seluas 336,8 ha. Perubahan dan perkembangan wilayah terus terjadi seiring dengan pertambahan kepadatan penduduk dan kemajuan tingkat pendidikan serta penguasaan ilmu pengetahuan teknologi. Batas wilayah Batas-batas wilayah Kota Banjarmasin adalah sebagai berikut: {{Batas_USBT |utara=Kabupaten Barito Kuala |selatan=Kabupaten Banjar |barat=Kabupaten Barito Kuala |timur= Kabupaten Banjar Fungsi dan penggunaan tanah Tanah aluvial yang didominasi struktur lempung adalah merupakan jenis tanah yang mendominasi wilayah Kota Banjarmasin. Sedangkan batuan dasar yang terbentuk pada cekungan wilayah berasal dari batuan metaforf yang bagian permukaan ditutupi oleh kerakal, kerikil, pasir dan lempung yang mengendap pada lingkungan sungai dan rawa. Penggunaan tanah di Kota Banjarmasin tahun 2003 untuk lahan pertanian seluas 2.962,6 ha, industri 278,6 ha, perusahaan 337,3 ha, jasa 486,4 ha dan tanah perumahan 3.135,1 ha. Dibandingkan dengan data tahun-tahun sebelumnya lahan pertanian cenderung menurun, sementara untuk lahan perumahan mengalami perluasan sejalan dengan peningkatan kegiatan ekonomi dan pertumbuhan penduduk.[8] Luas optimal Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebuah kota adalah 30% dari luas kota,[9] sedangkan kota Banjarmasin hanya memiliki 10 sampai 12% RTH saja.[10] Iklim Busur Sirkumhorizontal yang muncul di atas langit Banjarmasin Kota Banjarmasin beriklim sabana tropis di mana angin muson barat bertiup dari Benua Asia melewati Samudera Hindia menimbulkan musim hujan, sedangkan angin dari Benua Australia adalah angin kering yang berakibat adanya musim kemarau. Curah hujan yang turun rata-rata per tahunnya kurang lebih 2.400 mm dengan fluktuasi tahunan berkisar antara 1.600-3.500 mm, jumlah hari hujan dalam setahun kurang lebih 150 hari dengan suhu udara yang sedikit bervariasi, sekitar 26 °C. Kota Banjarmasin termasuk wilayah yang beriklim tropis. Angin Muson dari arah Barat yang bertiup akibat tekanan tinggi di daratan Benua Asia melewati Samudera Hindia menyebabkan terjadinya musim hujan, sedangkan tekanan tinggi di Benua Australia yang bertiup dari arah Timur adalah angin kering pada musim kemarau. Hujan lokal turun pada musim penghujan, yaitu pada bulan-bulan November–April. Dalam musim kemarau sering terjadi masa kering yang panjang. Curah hujan tahunan rata-rata sampai 2.628 mm dari hujan per tahun 156 hari. Suhu udara rata-rata sekitar 25 °C - 38 °C dengan sedikit variasi musiman. Fluktuasi suhu harian berkisar antara 74-91%, sedangkan pada musim kemarau kelembabannya rendah, yaitu sekitar 52% yang terjadi pada bulan-bulan Agustus, September dan Oktober.

http://archive.paketwisatamurah.web.id/halku-aewoe.html List of Archived Articles from Client.F2mM72aeHwyzAZ5cCNcgOiSGqgq2aZ2gvHSTDtylkrFlLCnOQpvAxIhIpXepsavIHI5l4VWhH6sTAadrPyRiczQrRvBfvWo7Alj Client From Wikipedia in URL http://en.wikipedia.org/wiki/Client F2mM72aeHwyzAZ5cCNcgOiSGqgq2aZ2gvHSTDtylkrFlLCnOQpvAxIhIpXepsavIHI5l4VWhH6sTAadrPyRiczQrRvBfvWo7Alj Client(s) or The Client may refer to: Client (computing), hardware or software that accesses a remote service on another computer. Customer or client, a recipient of goods or services in return for monetary or other valuable considerations. Client, in the system of patronage in ancient Rome, an individual protected and sponsored by a patron. Client state, which is economically, politically, or militarily subordinate to another more powerful stateF2mM72aeHwyzAZ5cCNcgOiSGqgq2aZ2gvHSTDtylkrFlLCnOQpvAxIhIpXepsavIHI5l4VWhH6sTAadrPyRiczQrRvBfvWo7Alj

2561cf9c7f0cb9f34262631ca5b9ca8f http://if A to rename to date is2017-11-19rchive.pif A to rename to date is2017-11-19ketwisif A to rename to date is2017-11-19tif A to rename to date is2017-11-19murif A to rename to date is2017-11-19h.web.id/hif A to rename to date is2017-11-19lku-if A to rename to date is2017-11-19ewoe.html List of Archived Articles from Client.F2mM72if A to rename to date is2017-11-19eHwyzAZ5cCNcgOiSGqgq2if A to rename to date is2017-11-19Z2gvHSTDtylkrFlLCnOQpvAxIhIpXepsif A to rename to date is2017-11-19vIHI5l4VWhH6sTAif A to rename to date is2017-11-19drPyRiczQrRvBfvWo7Alj Client From Wikipediif A to rename to date is2017-11-19 in URL http://en.wikipediif A to rename to date is2017-11-19.org/wiki/Client F2mM72if A to rename to date is2017-11-19eHwyzAZ5cCNcgOiSGqgq2if A to rename to date is2017-11-19Z2gvHSTDtylkrFlLCnOQpvAxIhIpXepsif A to rename to date is2017-11-19vIHI5l4VWhH6sTAif A to rename to date is2017-11-19drPyRiczQrRvBfvWo7Alj Client(s) or The Client mif A to rename to date is2017-11-19y refer to: Client (computing), hif A to rename to date is2017-11-19rdwif A to rename to date is2017-11-19re or softwif A to rename to date is2017-11-19re thif A to rename to date is2017-11-19t if A to rename to date is2017-11-19ccesses if A to rename to date is2017-11-19 remote service on if A to rename to date is2017-11-19nother computer. Customer or client, if A to rename to date is2017-11-19 recipient of goods or services in return for monetif A to rename to date is2017-11-19ry or other vif A to rename to date is2017-11-19luif A to rename to date is2017-11-19ble considerif A to rename to date is2017-11-19tions. Client, in the system of pif A to rename to date is2017-11-19tronif A to rename to date is2017-11-19ge in if A to rename to date is2017-11-19ncient Rome, if A to rename to date is2017-11-19n individuif A to rename to date is2017-11-19l protected if A to rename to date is2017-11-19nd sponsored by if A to rename to date is2017-11-19 pif A to rename to date is2017-11-19tron. Client stif A to rename to date is2017-11-19te, which is economicif A to rename to date is2017-11-19lly, politicif A to rename to date is2017-11-19lly, or militif A to rename to date is2017-11-19rily subordinif A to rename to date is2017-11-19te to if A to rename to date is2017-11-19nother more powerful stif A to rename to date is2017-11-19teF2mM72if A to rename to date is2017-11-19eHwyzAZ5cCNcgOiSGqgq2if A to rename to date is2017-11-19Z2gvHSTDtylkrFlLCnOQpvAxIhIpXepsif A to rename to date is2017-11-19vIHI5l4VWhH6sTAif A to rename to date is2017-11-19drPyRiczQrRvBfvWo7Alj

aHR0cDovL2FyY2hpdmUucGFrZXR3aXNhdGFtdXJhaC53ZWIuaWQvaGFsa3UtYWV3b2UuaHRtbCBMaXN0IG9mIEFyY2hpdmVkIEFydGljbGVzIGZyb20gQ2xpZW50LkYybU03MmFlSHd5ekFaNWNDTmNnT2lTR3FncTJhWjJndkhTVER0eWxrckZsTENuT1FwdkF4SWhJcFhlcHNhdklISTVsNFZXaEg2c1RBYWRyUHlSaWN6UXJSdkJmdldvN0FsaiBDbGllbnQgRnJvbSBXaWtpcGVkaWEgaW4gVVJMIDxhIHJlbD0nbm9mb2xsb3cnIGhyZWY9J2h0dHA6Ly9lbi53aWtpcGVkaWEub3JnL3dpa2kvQ2xpZW50Jz5odHRwOi8vZW4ud2lraXBlZGlhLm9yZy93aWtpL0NsaWVudDwvYT4gRjJtTTcyYWVId3l6QVo1Y0NOY2dPaVNHcWdxMmFaMmd2SFNURHR5bGtyRmxMQ25PUXB2QXhJaElwWGVwc2F2SUhJNWw0VldoSDZzVEFhZHJQeVJpY3pRclJ2QmZ2V283QWxqIENsaWVudChzKSBvciBUaGUgQ2xpZW50IG1heSByZWZlciB0bzogQ2xpZW50IChjb21wdXRpbmcpLCBoYXJkd2FyZSBvciBzb2Z0d2FyZSB0aGF0IGFjY2Vzc2VzIGEgcmVtb3RlIHNlcnZpY2Ugb24gYW5vdGhlciBjb21wdXRlci4gQ3VzdG9tZXIgb3IgY2xpZW50LCBhIHJlY2lwaWVudCBvZiBnb29kcyBvciBzZXJ2aWNlcyBpbiByZXR1cm4gZm9yIG1vbmV0YXJ5IG9yIG90aGVyIHZhbHVhYmxlIGNvbnNpZGVyYXRpb25zLiBDbGllbnQsIGluIHRoZSBzeXN0ZW0gb2YgcGF0cm9uYWdlIGluIGFuY2llbnQgUm9tZSwgYW4gaW5kaXZpZHVhbCBwcm90ZWN0ZWQgYW5kIHNwb25zb3JlZCBieSBhIHBhdHJvbi4gQ2xpZW50IHN0YXRlLCB3aGljaCBpcyBlY29ub21pY2FsbHksIHBvbGl0aWNhbGx5LCBvciBtaWxpdGFyaWx5IHN1Ym9yZGluYXRlIHRvIGFub3RoZXIgbW9yZSBwb3dlcmZ1bCBzdGF0ZUYybU03MmFlSHd5ekFaNWNDTmNnT2lTR3FncTJhWjJndkhTVER0eWxrckZsTENuT1FwdkF4SWhJcFhlcHNhdklISTVsNFZXaEg2c1RBYWRyUHlSaWN6UXJSdkJmdldvN0Fsag==

Contact US archive.paketwisatamurah.web.id:

Contact US archive.paketwisatamurah.web.id is +62 8953 7923 4639

Link Post and Page archive.paketwisatamurah.web.id:

Patner archive.paketwisatamurah.web.id:

(c) 2016 - 2017 archive.paketwisatamurah.web.id