archive.paketwisatamurah.web.id - List of Archived Articles from Client | http://archive.paketwisatamurah.web.id/

http://archive.paketwisatamurah.web.id/ 2017-12-11 18:38:51 http://archive.paketwisatamurah.web.id/ 2017-12-11 18:38:51 http://archive.paketwisatamurah.web.id/ 2017-12-11 18:38:51 http://archive.paketwisatamurah.web.id/ 2017-12-11 18:38:51 http://archive.paketwisatamurah.web.id/ 2017-12-11 18:38:51 http://archive.paketwisatamurah.web.id/ 2017-12-11 18:38:51 http://archive.paketwisatamurah.web.id/ 2017-12-11 18:38:51

Ficus Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Ficus (/ˈfɪkʊs/[2]) adalah genus tumbuh-tumbuhan yang secara alamiah tumbuh di daerah tropis dengan sejumlah spesies hidup di zona ugahari. Terdiri dari sekitar 850 spesies, jenis-jenis Ficus ini dapat berupa pohon kayu, semak, tumbuhan menjalar dan epifit serta hemi-epifit dalam familia Moraceae. Secara umum jenis-jenisnya dikenal sebagai ara, pohon ara atau kayu ara (Mink. kayu aro; Sd. ki ara; bahasa Inggris: fig trees atau figs). Pohon tin (Common Fig; Ficus carica) adalah spesies yang banyak ditemukan di daerah Asia Barat Daya, Timur Tengah dan sekitar Laut Tengah (dari Afganistan sampai Portugal), dan dibudidayakan sejak zaman purba karena buahnya. Buah yang dihasilkan kebanyakan spesies dapat dimakan, meskipun hanya mempunyai nilai ekonomi lokal. Namun, buah-buah ini umumnya merupakan sumber makanan yang penting bagi banyak hewan liar. Pohon-pohon ara juga berperan penting dalam kebudayaan baik karena nilai religinya, seperti halnya pohon beringin (F. benjamina) dan pohon bodhi (F. religiosa), maupun karena banyak kegunaan praktis yang dihasilkannya. Ara (Ficus) kebanyakan berupa tumbuhan tropis yang hijau sepanjang tahun dan menghuni berbagai relung ekologi, namun beberapa spesies yang menggugurkan daun tumbuh terbatas di daerah di luar wilayah tropis dan di dataran tinggi.[3] Jenis-jenis ara dikenali dari perbungaannya yang unik dan pola penyerbukannya (en:pollination syndrome) yang khas, yang melibatkan sejenis tawon dari familia Agaonidae untuk menyerbuki bunga-bunganya yang tertutup. Identifikasi jenis dari banyak spesiesnya agak sukar dilakukan, akan tetapi sebagai suatu kelompok, ara relatif mudah terbedakan dari jenis-jenis tumbuhan lainnya[4]. Banyak di antaranya yang memiliki akar gantung atau akar udara, bentuk perawakan yang khas; serta bentuk buah yang unik, yang membedakan kelompok ini dari tetumbuhan yang lain. Buah ara sebetulnya adalah karangan bunga tertutup yang dikenal sebagai bunga periuk (syconium); disebut demikian karena bentuknya menyerupai periuk tertutup atau hampir tertutup, di mana pada dinding dalamnya berjejal-jejal kuntum-kuntum bunga ara yang berukuran amat kecil. Kelak, jika bunga-bunga ini telah berkembang menjadi buah, dengan ukuran yang sama kecilnya, barulah tepat dapat disebut sebagai buah, meskipun juga hanya buah semu. Ciri-ciri vegetatif ara yang cukup khas, di antaranya, adalah adanya getah (lateks) putih hingga kekuningan, beberapa jenisnya dengan jumlah yang melimpah, yang keluar apabila bagian-bagian tumbuhan ara ini dilukai. Kuncup daunnya di ujung ranting terlindungi oleh sepasang daun penumpu yang lekas rontok, meninggalkan bekas berupa cincin di buku-buku rantingnya. Serta, tulang daun lateral yang pertama cenderung lurus dan menyudut terhadap ibu tulang daun di bagian pangkal daun; membentuk pola tiga-cabang (tri-veined) yang khas. Getah putih dan sepasang daun penumpu yang meninggalkan bekas cincin juga merupakan ciri suku Moraceae. Buah ara merupakan sumber makanan penting bagi sejumlah hewan pemakan buah (frugivora), termasuk kelelawar buah (Megabat; fruit bats), monyet kapusin, monyet langur (Colobinae) dan lain-lain. Dengan demikian pohon-pohon ara merupakan spesies kunci (keystone species) di banyak ekosistem hutan hujan tropika. Terlebih lagi sangat penting untuk berjenis-jenis burung, seperti takur (Megalaimidae), punai, rangkong, perkici (Cyclopsittacini) dan merbah yang hampir sepenuhnya hidup dari buah ara pada musim buahnya. Sementara itu, banyak ulat berbagai jenis Lepidoptera yang makan daun-daun ara, misalnya beberapa spesies Euploea, Danaus chrysippus, Papilio cresphontes (kupu-kupu Giant Swallowtail), Badamia exclamationis, dan Chrysodeixis eriosoma, Choreutidae serta Copromorphidae. Larva sejenis kumbang tanduk Anoplophora chinensis, melubangi dan memakan kayu-kayuan, termasuk kayu pohon ara; kadang-kadang ia menjadi hama di perkebunan ara. Serupa dengannya, ngengat sejenis hama putih Bemisia tabaci acap didapati menjadi hama bagi ara hias yang ditanam dalam pot; hama ini kemudian tersebar ke pelbagai tempat bersama pengiriman tanaman hias ini. Kayu pohon ara umumnya lunak dan getahnya digunakan untuk beberapa hal, termasuk untuk membuat tempat penyimpanan harta mumi di Mesir kuno. Beberapa jenis ara (terutama F. cotinifolia, F. insipida dan F. padifolia) digunakan secara tradisional di Amerika Tengah untuk membuat papel amate (Nahuatl: āmatl), yakni sejenis kertas lokal yang diproduksi sejak ratusan tahun yang silam. Mutuba (F. natalensis) digunakan untuk menghasilkan kain kulit kayu di Uganda. Pou, yang juga dikenal sebagai pohon bodhi (F. religiosa), bentuk daun-daunnya menginspirasi pola dekoratif kbach rachana di Kamboja. Sedangkan beringin india (F. benghalensis) dan rambung (F. elastica), sebagaimana juga beberapa jenis ara yang lain, digunakan dalam pengobatan herbal. Selembar āmatl dari Meksiko berisikan Huexotzinco Codex Di Indonesia, beberapa macam genus Ficus juga dipergunakan dan masuk ke dalam budaya Indonesia. Misalnya, beringin (Ficus benjamina) yang selalu ditanam dalam jumlah tertentu di alun-alun menurut tradisi Jawa. Tabat barito (Ficus deltoidea) diseduh seperti teh oleh masyarakat Gayo untuk afrodisiak. Begitu juga oleh masyarakat Sunda yang mempergunakan tumbuhan ini sebagai obat.[5] Uyah-uyahan (Ficus quercifolia) juga direbus dan air rebusannya diminum untuk mengobati kencing batu dan oleh masyarakat Bali Aga, tumbuhan ini dibalur bersamaan dengan garam untuk mengobati penyakit kulit. Ia juga dipakai untuk mengobati penyakit kembung.[6] Untuk mengobati teriris benda tajam, getah benying (Ficus fistulosa) dioles pada luka hingga kering 1-2 kali sehari. Sedangkan, di Sumba ara ditumbuk dan direbus untuk mengobati kecacingan.[7] Awar-awar (Ficus septica) digunakan pula oleh di Sumba untuk ibu yang baru saja melahirkan dan, di pihak lain, oleh masyarakat Tolaki digunakan untuk aborsi.[8] Banyak spesies ara ditanam untuk buahnya, meskipun hanya Ficus carica yang dibudidayakan secara luas untuk tujuan ini. Buah ara, penting untuk makanan dan obat tradisional, mengandung bahan laksatif, flavonoid, gula, vitamin A dan C, asam-asam dan enzim-enzim. Namun, buah ara juga dapat menyebabkan alergi kulit, dan getahnya dapat menimbulkan iritasi mata yang serius. Buah ara digolongkan sebagai "buah semu" atau "buah majemuk", di mana bunga dan biji tumbuh bersama membentuk satu massa tunggal. Genus Dorstenia, yang termasuk ke dalam familia Moraceae yang sama dengan pohon ara, mempunyai struktur bunga-bunga yang serupa dengan ara: kecil-kecil dan tertata dalam suatu dasar bunga (receptaculum), tetapi dasar bunga ini lebih kurang rata dan terbuka permukaannya. Pengembangbiakan ara dapat dilakukan dengan melalui biji, setek, pencangkokan, atau sambung pucuk (grafting). Namun, sebagaimana halnya tanaman lain, pohon ara yang dibiakkan dari biji tidak selalu menghasilkan tanaman yang bersifat sama dengan induknya; dan karena itu teknik ini hanya dilakukan untuk tujuan pembiakan dan pemuliaan. Tergantung dari spesiesnya, setiap buah ara dapat mengandung sampai beberapa ratus bahkan beberapa ribu biji.[13] Telah disebutkan di atas, bahwa 'buah' ara (syconium) sesungguhnya adalah bunga majemuk, di mana dasar bunga bersamanya menggulung membentuk semacam periuk (karenanya, dikenal juga sebagai bunga atau buah periuk) yang hampir tertutup sama sekali. Bunga-bunganya yang berukuran amat kecil terletak di bagian dalam, berjejal-jejal pada dinding periuk tersebut. Dengan demikian bunga-bunga ini tiada nampak dari luar, kecuali apabila bunga periuk itu dibelah. Bunga-bunga periuk ini kebanyakan bersifat hermafrodit, berisi baik bunga jantan, betina, dan bunga mandul yang membesar (gal). Di ujung bunga periuk itu terdapat sebuah lubang kecil, yang disebut ostiole, yang setengah tertutup oleh semacam sekat-sekat atau kelopak. Sistem penyerbukan ara yang unik melibatkan tawon khusus yang berukuran kecil pula, yang dikenal sebagai tawon ara, anggota suku Agaonidae. Tawon-tawon ara betina masuk ke dalam bunga periuk melalui celah ostiole tadi, dalam rangka mencari bunga-bunga mandul sebagai tempatnya meletakkan telur. Dalam pada itu, bunga-bunga betina ara akan terserbuki oleh serbuk sari yang melekat pada tubuh tawon ara, terbawa dari bunga periuk tempat asal tawon ara. Tanpa adanya tawon ara yang masuk ke ruang dalam periuk ini, bunga-bunga betina yang ada takkan dapat menjadi buah. Sedemikian jauhnya hubungan ko-evolutif di antara kedua jenis makhluk hidup itu, sehingga bunga-bunga ara hanya dapat diserbuki oleh tawon ara, dan tawon ara hanya dapat hidup dan berbiak di dalam buah periuk ara. Diketahui pula bahwa masing-masing spesies ara bersimbiosis dengan jenis-jenis tawon ara yang khas; yang berlainan dari spesies ke spesies. Semua pohon ara asli di benua Amerika bersifat hermafrodit, sebagaimana halnya beringin india (F. benghalensis), beringin (F. benjamina), rambung (F. elastica), bodhi (F. religiosa), dan lain-lain[14]. Sementara itu, tin (Ficus carica), tabat barito (F. deltoidea), serta beberapa jenis yang lain termasuk berumah dua (dioesis); yakni ada pohon yang menghasilkan bunga periuk hermafrodit, dan ada pula pohon yang melulu menghasilkan bunga periuk betina (berisi hanya bunga betina, yang nantinya berkembang menjadi buah). Tawon ara tumbuh dan berkembang di dalam bunga periuk hermafrodit; namun karena kedua macam bunga periuk itu tidak terbedakan bentuknya dari luar, tawon ara tetap mengunjungi dan menyerbuki keduanya.

http://archive.paketwisatamurah.web.id/ List of Archived Articles from Client.x2rCPGVRyYqzVQdu4PMlKaOMNr0budPM9cPpjgBcaR3VD9lapyL1y1ihMHiclypk20ZEg3GgoC5RciRRB7MZYUcG6kjjdyT8Xod Client From Wikipedia in URL http://en.wikipedia.org/wiki/Client x2rCPGVRyYqzVQdu4PMlKaOMNr0budPM9cPpjgBcaR3VD9lapyL1y1ihMHiclypk20ZEg3GgoC5RciRRB7MZYUcG6kjjdyT8Xod Client(s) or The Client may refer to: Client (computing), hardware or software that accesses a remote service on another computer. Customer or client, a recipient of goods or services in return for monetary or other valuable considerations. Client, in the system of patronage in ancient Rome, an individual protected and sponsored by a patron. Client state, which is economically, politically, or militarily subordinate to another more powerful statex2rCPGVRyYqzVQdu4PMlKaOMNr0budPM9cPpjgBcaR3VD9lapyL1y1ihMHiclypk20ZEg3GgoC5RciRRB7MZYUcG6kjjdyT8Xod

a6c0f1adf6a74fc5f657e60f4e48be83 http://if A to rename to date is2017-12-11rchive.pif A to rename to date is2017-12-11ketwisif A to rename to date is2017-12-11tif A to rename to date is2017-12-11murif A to rename to date is2017-12-11h.web.id/ List of Archived Articles from Client.x2rCPGVRyYqzVQdu4PMlKif A to rename to date is2017-12-11OMNr0budPM9cPpjgBcif A to rename to date is2017-12-11R3VD9lif A to rename to date is2017-12-11pyL1y1ihMHiclypk20ZEg3GgoC5RciRRB7MZYUcG6kjjdyT8Xod Client From Wikipediif A to rename to date is2017-12-11 in URL http://en.wikipediif A to rename to date is2017-12-11.org/wiki/Client x2rCPGVRyYqzVQdu4PMlKif A to rename to date is2017-12-11OMNr0budPM9cPpjgBcif A to rename to date is2017-12-11R3VD9lif A to rename to date is2017-12-11pyL1y1ihMHiclypk20ZEg3GgoC5RciRRB7MZYUcG6kjjdyT8Xod Client(s) or The Client mif A to rename to date is2017-12-11y refer to: Client (computing), hif A to rename to date is2017-12-11rdwif A to rename to date is2017-12-11re or softwif A to rename to date is2017-12-11re thif A to rename to date is2017-12-11t if A to rename to date is2017-12-11ccesses if A to rename to date is2017-12-11 remote service on if A to rename to date is2017-12-11nother computer. Customer or client, if A to rename to date is2017-12-11 recipient of goods or services in return for monetif A to rename to date is2017-12-11ry or other vif A to rename to date is2017-12-11luif A to rename to date is2017-12-11ble considerif A to rename to date is2017-12-11tions. Client, in the system of pif A to rename to date is2017-12-11tronif A to rename to date is2017-12-11ge in if A to rename to date is2017-12-11ncient Rome, if A to rename to date is2017-12-11n individuif A to rename to date is2017-12-11l protected if A to rename to date is2017-12-11nd sponsored by if A to rename to date is2017-12-11 pif A to rename to date is2017-12-11tron. Client stif A to rename to date is2017-12-11te, which is economicif A to rename to date is2017-12-11lly, politicif A to rename to date is2017-12-11lly, or militif A to rename to date is2017-12-11rily subordinif A to rename to date is2017-12-11te to if A to rename to date is2017-12-11nother more powerful stif A to rename to date is2017-12-11tex2rCPGVRyYqzVQdu4PMlKif A to rename to date is2017-12-11OMNr0budPM9cPpjgBcif A to rename to date is2017-12-11R3VD9lif A to rename to date is2017-12-11pyL1y1ihMHiclypk20ZEg3GgoC5RciRRB7MZYUcG6kjjdyT8Xod

aHR0cDovL2FyY2hpdmUucGFrZXR3aXNhdGFtdXJhaC53ZWIuaWQvIExpc3Qgb2YgQXJjaGl2ZWQgQXJ0aWNsZXMgZnJvbSBDbGllbnQueDJyQ1BHVlJ5WXF6VlFkdTRQTWxLYU9NTnIwYnVkUE05Y1BwamdCY2FSM1ZEOWxhcHlMMXkxaWhNSGljbHlwazIwWkVnM0dnb0M1UmNpUlJCN01aWVVjRzZrampkeVQ4WG9kIENsaWVudCBGcm9tIFdpa2lwZWRpYSBpbiBVUkwgPGEgcmVsPSdub2ZvbGxvdycgaHJlZj0naHR0cDovL2VuLndpa2lwZWRpYS5vcmcvd2lraS9DbGllbnQnPmh0dHA6Ly9lbi53aWtpcGVkaWEub3JnL3dpa2kvQ2xpZW50PC9hPiB4MnJDUEdWUnlZcXpWUWR1NFBNbEthT01OcjBidWRQTTljUHBqZ0JjYVIzVkQ5bGFweUwxeTFpaE1IaWNseXBrMjBaRWczR2dvQzVSY2lSUkI3TVpZVWNHNmtqamR5VDhYb2QgQ2xpZW50KHMpIG9yIFRoZSBDbGllbnQgbWF5IHJlZmVyIHRvOiBDbGllbnQgKGNvbXB1dGluZyksIGhhcmR3YXJlIG9yIHNvZnR3YXJlIHRoYXQgYWNjZXNzZXMgYSByZW1vdGUgc2VydmljZSBvbiBhbm90aGVyIGNvbXB1dGVyLiBDdXN0b21lciBvciBjbGllbnQsIGEgcmVjaXBpZW50IG9mIGdvb2RzIG9yIHNlcnZpY2VzIGluIHJldHVybiBmb3IgbW9uZXRhcnkgb3Igb3RoZXIgdmFsdWFibGUgY29uc2lkZXJhdGlvbnMuIENsaWVudCwgaW4gdGhlIHN5c3RlbSBvZiBwYXRyb25hZ2UgaW4gYW5jaWVudCBSb21lLCBhbiBpbmRpdmlkdWFsIHByb3RlY3RlZCBhbmQgc3BvbnNvcmVkIGJ5IGEgcGF0cm9uLiBDbGllbnQgc3RhdGUsIHdoaWNoIGlzIGVjb25vbWljYWxseSwgcG9saXRpY2FsbHksIG9yIG1pbGl0YXJpbHkgc3Vib3JkaW5hdGUgdG8gYW5vdGhlciBtb3JlIHBvd2VyZnVsIHN0YXRleDJyQ1BHVlJ5WXF6VlFkdTRQTWxLYU9NTnIwYnVkUE05Y1BwamdCY2FSM1ZEOWxhcHlMMXkxaWhNSGljbHlwazIwWkVnM0dnb0M1UmNpUlJCN01aWVVjRzZrampkeVQ4WG9k

Contact US archive.paketwisatamurah.web.id:

Contact US archive.paketwisatamurah.web.id is +62 8953 7923 4639

Link Post and Page archive.paketwisatamurah.web.id:

File PDF archive.paketwisatamurah.web.id:

Patner archive.paketwisatamurah.web.id:

(c) 2016 - 2017 archive.paketwisatamurah.web.id